Oleh: Kos | 26 September 2007

Migrasi ke Linux? why not!

Teman setiaku namanya “Presi”, ya mudah2an kelak jadi presiden (he…he..). 4 tahun sudah dia bersamaku, kemanapun aku pergi, dia selalu ngikut, apapun kondisinya dia selalu membantu, banyak kenangan manis lahir darinya, walau ada juga yang pahit2nya. Namun sayang, saat ini dia lagi menderita sakit yang belum juga kunjung sembuh. Tapi walaupun fisiknya lagi sakit, tapi tetap semangat kerjanya tiada pernah surut.

    Presi aku singkat dari nama panjangnya Presario, ya notebook.. Compaq Presario V1000, Intel (R) Celeron (R) M Processor 1300MHz, Memory 368.2 MiB (udah aku tambah dikit), HD 40 GB (yang asli dah sakit 30 GB) salah satu produknya Hewlett Packard. Selama ini, presiku hidup dengan nyawa window$, anda boleh liat disini, presiku di desain hanya untuk window$, hal ini karena produsen hanya menyediakan driver khusus untuk window$.

    Akhir2 ini aku tertarik untuk nyobain nyawa baru buat si presi, aku tertarik untuk migrasi ke Linux, dari situ aku hunting berbagai distro linux, dan akhirnya jatuh hati pada Fedora Core 6 si Zod. Inilah langkah awal ku di dunia linux, dengan bekal modal nekat, aku jalanin aja apa adanya. Mulailah aku download tuh installer fc6, kalo mau coba, anda bisa dapatkan disini. Aku coba install pada partisi kosong hardisk, aku berharap nanti ada dua nyawa dalam presiku, artinya window$nya tetap ada, fedora juga ada. Hal ini untuk mengantisipasi kalau ada aktifitas yang memang masih musti dikerjakan di window$.

    Instalasi nggak sulit, pemula seperti saya pun, lancar2 aja. Beberapa saat saja, presiku sudah punya wajah baru, yang memang agak asing, tapi asyik juga. Aku coba jelajahi semua fitur yang tersedia, dari mulai office, multimedia, grafis, utility dll.

    Hari2 ku dihabiskan untuk menguji nyawa baru presiku, terdorong rasa penasaran yang sangat, aku lakukan aktifitas seperti pada saat menggunakan window$. Aku banding2kan aktifitas yang bisa dilakukan di window$ dengan fedora. Ternyata banyak device yang belum bisa diaktifkan, seperti infrared, wifi, dll. ini karena driver nya tidak ada. Tapi ga apalah, itu bukan hal yang primer, dan merupakan tantangan untuk dapat mengaktifkannya dikemudian hari.

    Beberapa pengujian aktifitas yang dilakukan diantaranya adalah:

  • Menggunakan Office (pengolah kata, lembar sebar, presentasi), status : ok!
  • Melakukan pencetakan dokumen menggunakan printer lokal ataupun print server, status : no problem!
  • Networking, status : LAN ok, WiFi kagak konek!
  • Browsing internet (firefox), status : asyik!
  • Instant Messanger(pake Gaim) dan VoIP, status : enjoy!
  • Menggambar (pake The GIMP), status : musti belajar dulu!
  • Multimedia (MP3 Player/Video Player), status : mentok! mesti install aplikasi tambahan.
  • Buka file ntfs, status : kagak bisa otomatis!

    Setelah browsing kesana kemari, akhirnya aku dapet beberapa aplikasi tambahan yang musti diinstal ke dalam presiku, diantaranya adalah :

  • install flash-plugin (menjalankan file flash di browser)
  • install mplayerplug-in (menonton video di browser)
  • msttcorefonts-2.0-1.noarch.rpm (agar bisa menggunakan type font .ttf window$)
  • install audacious-plugins-nonfree-mp3 (untuk puter lagu mp3 seperti winamp)
  • install ntfs-3g (agar bisa buka file ntfs)
  • install wine (bisa menjalankan beberapa program yang diinstal di window$ lho)
  • install totem-xine (untuk muter DVD)

       (langkah instalasi bisa lihat disini)

    Akhirnya, makin jatuh cinta aja ke Zod, cocok rasanya Presiku menggunakan Zod, walaupun ada beberapa device yang belum aktif.

Jadi jangan takut mencoba, migrasi ke linux? why not!


Beri tanggapan

Your response:

Kategori